Sekarang banyak sekali pemuda atau pemudi yang sedang dimabuk cinta tapi belum siap untuk menikah,dengan memilih jalur “by pass” yang di buat Setan, yaitu Pacaran (sebelum nikah).

Ternyata setan sangat pandai menjerumuskan kita umat manusia kedalam kubangan kemaksiatan dengan berbagai cara, tipu dayanya juga makin keren dikemasnya sehingga kita tidak merasa tertipu kalau sedang digiring ke dalam jurang kehinaan. Bahkan sangat miris, ada yang mengatasnamakan Pacaran secara Islam, dan bahkan itu yang lagi ngetrend di kalangan anak-anak muda khususnya yang banyak terjadi di kalangan organisasi dakwah. yang beralasan, kan kita itu sharing agama, sharing ilmu,konsultasi ini..itu.. Dan Ingat, yang namanya PACARAN baik pakai embel-embel di belakangnya  islam, timur, barat,dll kalau belum NIKAH, yaa itu ZINA atau kita sedang mendekati Zina.

Berikut ini ada kisah dari seorang sahabat, Ikhwan dan Akhwat.

Ikhwan:Ana akan ta’aruf dengan ukhti beberapa tahun lagi, ketika ukhti sudah LULUS

Untuk apa antum katakan itu sekarang akhi?… Jika belum siap adalah jawabannya, lalu mengapa harus       antum katakan rencana tersebut pada saya? Tak tahu kah antum, kalimat itu menggoyahkan kekokohan iman yang susah payah saya bangun.

Ketika antum mengatakan: Ana ingin jaga hati ana untuk ta’aruf dengan ukhti nanti

Lantas, apakah dengan antum berkata seperti itu, lalu prilaku antum yang sering menelfon saya itu tidak berarti mengotori hati?. Antum memang sudah seharusnya menjaga hati, hingga tiba saatnya nanti untuk antum berikan seutuhnya kepada wanita yang berhak.

Ketika antum mengatakan: Hati hati, di sana.. jaga diri baik baik..

Bukannya saya tidak suka diperhatikan dan dijaga, tapi cukuplah Allah yang akan menjagaku..Bukankah Allah adalah sebaik-baik Pelindung?

Ketika antum mengatakan: Ana harap ukhti tidak ta’aruf dengan orang lain sebelum ana

Saya tidak bisa menjanjikan apapun, karena saya tidak tau apa yang akan terjadi nanti..

Sebuah ibroh,

Wahai akhwat, jika datang kepadamu laki-laki baik-baik yang melamarmu, maka bisa jadi dialah pangeranmu.

Wahai ikhwan, jika gadis pujaanmu telah dikhitbah laki-laki lain, maka ikhlaskanlah. Bisa jadi dia bukanlah bidadarimu.

Maka jika nantinya kita tidak berjodoh, mungkin saya tak cukup baik untukmu, pasti ada wanita lain yang lebih baik untukmu.. Dan yakinlah, jika memang aku adalah pasangan dari tulang rusukmu, maka tanpa antum minta untuk tidak ta’aruf dengan orang lainpun, saya akan tatap menjadi pendampingmu..

Karena saya yakin TULANG RUSUK TAKKAN TERTUKAR

Dan pada saatnya tiba, segala perhatian, segala kekhawatiran, segala support mu terhadap pasanganmua akan menjadi saling menguatkan dan juga menjadi ladang pahala kelak.

Yaitu ketika semua itu dilakukan setelah NIKAH, bukan selama PACARAN.

Karena Tulang Rusuk Takkan Tertukar.

^_^

Keutamaan Hari Jum’at

Posted: January 13, 2012 in religi_san
Tags:

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata:

“Hari Jum’at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum’at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan.” (Zadul Ma’ad: 1/398).

Dan berikut ini  beberapa keutamaan Sholat Jum’at, antara lain:

1. Hari Terbaik

Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabada:

“Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.”

2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo’a.

Abu Hurairah ra. berkata Rasulullah Saw. bersabda:

” Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah y mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu.” (H. Muttafaqun Alaih)

Ibnu Qayyim Al Jauziah – setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu – mengatakan:

“Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, Pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi.” (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).

3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.

Ibnu Qayyim berkata:

“Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya”.

Hadits dari Ka’ab z menjelaskan:

“Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”.(Mauquf Shahih)

4. Hari tatkala Allah Subhannahu wata’ala menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.

Sahabat Anas bin Malik ra. dalam mengomentari ayat:

“Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35)

mengatakan:

“Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at”.

5. Hari besar yang berulang setiap pekan.

Ibnu Abbas ra. berkata : Rasulullah Saw. bersabda:

“Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum’at hendaklah mandi terlebih dahulu ……”. (HR. Ibnu Majah)

6. Hari dihapuskannya dosa-dosa

Salman Al Farisi ra. berkata : Rasulullah Saw. bersabda:

“Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at”. (HR. Bukhari).

7. Orang yang berjalan untuk shalat Jum’at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.

Aus bin Aus ra. berkata: Rasulullah Saw. bersabda:

“Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

8. Wafat pada malam hari Jum’at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur”. (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

Semoga bisa menjadi manfaat dan penyemangat untuk kita beramal Shaleh/Shalehah terutama pada waktu hari Jum’at.

^_^

Sungguh indah hidup setelah menikah apa yang sebelumnya haram menjadi halal semua perbuatannya mendapat pahala yang berlimpah di sisiNya suka duka dilalui berdua senang sedih ada yang menemani tawa tangis pun bersama,

“Untuk yang ingin menikah” sedikit share ilmu semoga bisa bermanfaat.

1.ketika akan menikah

janganlah mencari isteri, tetapi carilah ibu bagi anak-anak kita.

janganlah mencari suami, tetapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2.ketika melamar

anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi

meminta kepada allah melalui orangtua/wali si gadis.

3.ketika akad nikah

anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan allah.

4.ketika resepsi pernikahan

catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo’akan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan do’a mereka.

5.sejak malam pertama

bersyukur dan bersabarlah anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat

6.selama menempuh hidup berkeluarga

sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melulu jalan bertabur bunga tapi juga semak belukar yang penuh dengan onak dan duri

7.ketika biduk rumah tangga oleng

jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justeru semakin erat berpegangan tangan.

8.ketika belum memiliki anak

cintailah isteri atau suami anda 100%.

9.ketika telah memiliki anak

jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.ketika ekonomi keluarga belum membaik

yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11.ketika ekonomi membaik

jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.

12.ketika anda adalah suami

boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan anda.

13.ketika anda adalah isteri

tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.ketika mendidik anak

jangan pernah berpikir bahwa orangtua yang baik adalah orangtua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orangtua yang baik adalah orangtua yang jujur kepada anak.

15.ketika anak bermasalah

yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orangtuanya.

16.ketika ada pil

jangan diminum, cukupkanlah suami sebagai obat.

17.ketika ada wil

jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.ketika memilih potret keluarga

pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga masjid.

19.ketika ingin langgeng harmonis

gunakanlah formula 6 k :

ketaqwaan

kasih sayang

kesetiaan

komunikasi dialogis

keterbukaan

kejujuran

Semoga ilmu yang “Untuk yang ingin menikah” di atas bisa menjadi salah satu sarana ilmu tuk Membangun Keluarga Sakinah, mawahdah, warohmah. dan bekel tuk calon Presiden n Wakil presiden dalam rumah tangga.Monggo d share…

Dapur Kehidupan…

Posted: October 18, 2011 in Motivasi'san, san_coretan

Terkadang kita secara sadar ataupun ga sadar selalu dipertemukan dengan namanya “kesulitan” juga “Kesusahan”, yang mungkin saja dosisnya tidak seberapa. Tapi, ga sedikit pula diantara kita cepet sekali down bahkan putus asa bisa-bisa sampe gantung diri…hmmm.. naudzubillah.

Padahal jika kita coba renungkan lagi, ternyata kita itu punya kemampuan lebih dan pantang nyerah sampai berhasil. ga Percaya? Ok, ambil contoh aj ya.

Kita sebelum seguede gini pasti menjadi seorang bayi yang kecil, lucu, imut. iya bukan? Nah, ketika kita bayi yang bisa kita lakuin hanya tidur, nyusu, pup, dan itu dilakukan rutinitas selama setahun (klo ga salah ya, maklum waktu san bayi ga inget).

nah kemudian kita belajar merangkak, yang mulanya dari ga bisa merangkak tapi karna kegigihan kita akhirnya kita bisa merangkak. terus berlanjut, kita belajar berdiri dan berjalan yang di bantu oleh Bidadari1 tercinta kita. tapi bidadari1 hanya guide saja, yang menentukan kita berhasil berjalan yaa kita sendiri. meskipun jatuh bangun , karna kita punya spirit yang tinggi n pantang menyerah bahkan ga takut sakit jatuh maka hasilnya sekarang ini, kita bisa berjalan bahkan berlari. coba bayangkan, kalau saja dulu kita pesimistis dan ga punya semangat yang tinggi, pasti ketika kita beajar berjalan kemudian terjatuh dan pasti rasanya sakit. terus kita kapok dan menyerah, sudah pasti bisa ketebak bukan efeknya sampe sekarang… pastinya kita ga mungkin bisa berjalan seperti sekarang ini… ^_^

Oia, san ada lagi kisah motivasi yang InshaAllah bisa jadi tambahan spirit untuk san pribadi dan kita semua selain kisah bayi tadi.

Seorang gadis mengeluh kepada ibunya tentang sulitnya hidup yang dia hadapi. Tanpa berakata apapun, sang Ibu mengajaknya ke dapur lalu menyiapkan tiga buah panci yang berisi air mendidih.

Panci pertama, diisi wortel. Panci kedua, diisi dengan telur. Panci ketiga, diisi dengan kopi.

Beberapa menit kemudian, masing2 isi dalam panci itu dipindahkan ke dalam mangkuk terpisah. Kemudian si Ibu meminta putri tercintanya untuk memotong wortel juga telur, dan menghirup aroma kopi.

“Ibu, apa maksudnya semua ini?” tanya sang putri dengan nada heran.

” Air panas adalah lambang kesulitan hidup,” jawab si Ibu.

” Wortel yang dimasukkan kedalam air panas menjadi lembek, sedangkan telur menjadi lebih keras, dan kopi mengubah air menjadi minuman yang nikmat juga beraromakan sedap,” sambung Ibunya lagi.

” Dalam menghadapi setiap kesulitan hidup ini, mana yang kau pilih, nak? Apakah engkau akan menjadi lembek dan menyerah, atau menjadi keras, atau mungkin engkau akan mengubah kesulitan menjadi suatu kemenangan? Semuanya terserah padamu karena engkau sendirilah yang menjadi koki kehidupanmu,” sang Ibu mengakhiri nasihatnya.

so, yang menentukan kita berhasil atau tidak bukan orang lain, tapi kita sendiri.

kita PASTI bisa,,

siapGERAK..!!! ^_^

BANGKIT LAGI yaaa…

Posted: October 11, 2011 in Motivasi'san, san_coretan

Semua orang pasti pernah merasakan ‘gagal’. Engga peduli sekeras apapun kita berusaha, si’gagal’ tetap saja bisa datang (padahal kita ogah banget mengundangnya). Sukses biasanya diperoleh melalui perjuangan yang panjang, walaupun terkadang kesulitan yang tidak seberapa muncul di sela perjalanan menuju kesuksesan. Karena kesulitan dan kegagalan itulah yang mendidik kita menjadi seorang sukses yang kuat nan bijak.

Semakin kita keras dan pantang menyerah untuk meraih cita-cita, semakin besar ‘Reward’ yang akan didapat bila kita berhasil meraihnya. Jangan patah semangat hanya karena kegagalan. Mulailah berusaha kembali. Orang sukses selalu bangkit dari kegagalan dan memulai lagi. Hukum ini berlaku di seluruh penjuru dunia.

Saya begitu terkagum-kagum dan malu ketika melihat kegigihannya, dia itu kecil tapi mempunyai semangat yang besar. Panggil saja dia laba-laba, lebah, dan semut.

Rusaklah jaring laba-laba dengan segera laba-laba mungil itu akan kembali menenun. Rampaslah madu dari si lebah, dengan cepat lebah akan membuat sarang yang menghasilkan madu kembali. Hancurkanlah rumah semut, dalam waktu yang tidak lama mereka akan sibuk membangunnya kembali. Mencoba lagi adalah hal yang sangat berguna dan salah satu ciri sabar dalam berikhtiar.

Ga sedikit diantara kita yang baru berjumpa satu atau dua kali dengan namanya ‘kegagalan’, belum apa2 kita sudah down bahkan angkat tangan. Padahal kalau kita berani untuk bangkit lagi, bisa jadi kita akan dipertemukan dengan si’berhasil’. karena perjumpaan kita dengan si’gagal adalah suatu Ujian Komprehensif atau bisa jadi Sang Ar-Rahman Ar-Rahim hanya ingin tahu sampai manakah kita mampu bertahan dan bersabar. Dan ketika kita bangkit dari kegagalan, lalu kita mencoba lagi dengan mambawa bekal dari kegagalan yang sudah ada. Bisa jadi disinilah kita dapat dipertemukan dengan si’berhasil dan kita mendapatkan apa yang terbaik untuk kita baik di dunia-akhirat. Dengan catatan kita berikhtiar karna mengharap ridhaNya dan melalui jalur aman/Halal, bukan ikhtiar di barengi ‘black-shortcut’.

(nb: black-shortcut yg dmaksud disini jalan setan. San ambil istilah 3S=SogokSuapSikut)

Terkadang sang Ar-Rahman Ar-Rahim senang bermain-main dengan kita, melihat sejauh mana kita akan terus dan terus berikhtiar dan mengingatNya serta menyebut namaNya ketika diberi kesusahan ataupun kemudahan, karena hanya manusia2 pilihannya lah yang berhak memetik buah kesuksesan dunia-akhirat.

Yuk ah,,kita ini manusia makhluk yang sempurna . kita punya Akal, pikiran,tenaga, dan kita juga punya Allah SWT. Jangan kalah dengan namanya “Gagal”,, malu dong sama silaba-laba, lebah, dan semut. Mungkin mereka lebih kecil dari kita tapi spirit dan motivasi mereka sangat besar. Boleh jadi kita besar dari mereka tapi semangat ko kecil ya. Kalo saja kita hidup di zamannya Sayyidina Umar ibnu Khatab, ketahuansaja kita bergaul dengan si’putus asa bisa jadi kepala dan leher kita udah misah di tebasnya… hmmm.

Beliau itu TEGAS bukan Sadis. (Yang bilang Sadis, makanya pelajari deh lebih dalam lagi kisah2 beliau, jangan asal bunyi kalau baru liat covernya saja.)

“Karena Putus Asa mendekatkan kita dari keFakiran dan Kesyirikan”,, naudzubillahimindzalik..

Semoga kita temasuk dan di golongkan kedalam golongan yang selalu memiliki jiwa semangat dan setiap apapun ingat kepada Allah Subhanahu wata’ala. Aamiin

Awali setiap hari kita dengan SenyumSungkemSedekah. SiapGERAK…!!! ^_^

Gratis apa berbayar?

Posted: October 8, 2011 in san_coretan

Kenapa nanya gratis apa berbayar? Yah, itulah emang judulnya sesuai pengalaman pribadi san, InshaAllah asli bukan replika apalagi copas dri orang lain. ^_^

Alhamdulillah hidayah itu san dapat ketika san tidak lagi duduk d bangku pendidikan (yg konon harusnya tempat nimba ilmu), tapi justru san dapat ilmu dunia-akhirat bahkan pengalaman hidup termasuk jati diri (masih continue) justru semua itu masuk ketika san lepas dari bangku pendidikan yaitu saat terjun di dunia kerja.

Kenapa san katakan semuanya mulai dari ilmu hingga pengalaman pun di dapat bukan di sekolah tapi d dunia kerja? (Yaah,,jelaslah! Kan kita dapet duit banyak, jgn munafik deh semuanya bisa dia atur dengan “money”?!)

Astagfirullah maksud san bukan itu. Tapi maksud san itu, ketika kita duduk di sekolah sering kali kita terbuai oleh kenikmatan yang ada. Contoh, kita pergi sekolah “maaaahh,,bekeell”, ketika awal bulan “maaahh.., bayar spp mana”, ketika pulang sekolah “maaaahh,,lapeerr pengen makan,mana makannyaaa?”. Terkadang kita khilaf padahal sudah di beri kenikmatan masih aja ngelunjak pengen ini pengen itu tanpa kita pikirkan begitu mudahnya mulut ini berucap, tanpa kita sadari itu semua menjadikan beban tambahan kpd orang tua kita d attach lgi dgn nada kita yg tinggi, komplitlah dosa besar kita kpd orang tua. Sudah kita repotin dari bayi, sekarang udah gede gini, masih aj makin ngerepotin n makan ati ortu.

sekedar share saja, Klo kita liat Burung ya. Anak burung itu menggantungkan hidupnya kepada induknya ketika dia masih di dalam telur hingga dia bisa terbang. Nah setelah dia bisa terbang (meskipun blm lancar) dia sudah tidak menggantungkan hidupnya kpd induknya lagi, tapi dia cari makan sendiri meskipun blm tau apa2 n burung ga berpendidikan loh..

klo kita selaku manusia yang berpendidikan? Apa ga malu ma burung,..!

Pantas aja banyak sekarang anak2 pintar akademisnya, tapi dunianya suram..yaah itu faktor salah satunya.
Jadi teringat, memang benar kata salah satu guru motivator san “terkadang orang lebih menghargai yg berbayar, daripada GRATIS” padahal klo di pikir secara logika dgn Gratis kita justru d untungkan. Selain dapat fasilitas ato ilmu dengan cuma-cuma, budget yang kita punya bisa di alokasikan ke sesuatu yang jauh lebih bermanfaat. Tapi kita kebanyakan lebih menghargai yang berbayar..yaaa meskipun hanya bayar 10% dari total, dibandingkan dengan yang d’Gratiskan’. Tau kenapa? (jgn tanya sy, tanya pd rumput yg bergoyang.| klo ga goyang?|setelin lagu dangdut aj| ttp om ga mau goyang rumputnya?| hhmm..ente nanya rumput apa nanya isi materi sih!!! #ngasahguntingkuku)

Mungkin karena hal itu, banyak diantara kita atau di sekitar kita bahkan bisa jadi kita sendiri ketika sekolahnya terkadang acuh tak acuh, semaunya, ngerti ato ga ngerti terserah yg penting LULUS. udah deh mindset seperti itu lah yang menambah angka pengangguran dan beban orang tua aj, karena hidup ini bisa Action kalo kita tau n punya ilmunya bukan kita punya ijazahnya.. klo ngejar sekedar ijazah aj, ngapain lama2 duduk di bangku ngabisin waktu aj. banyak sekarang tuh penyedia “ijazah instant”. (resiko d tanggung penumpang)

Tapi ketika semuanya berasal dari keringat dan jerih payah sendiri, dengan mengorbankan waktu main kita, waktu muda kita. #kalo kita masih Waras bin normal binti punya Hati, Jago klo di dalam relung qalbu yg terdalam ga menjerit, bulu kuduk merinding disco,sehingga mencairkan gunung ego yang telah terbentuk oleh segala kemudahan dan terlalu dimanjakan.
so,,semua diatas san rasakan ketika san mulai bisa mencari nafkah sendiri. Jujur saja yang kerasa  betapa susah n cape nya mencari sekoin Rupiah itu. Padahal itu baru untuk perut san seorang, apalagi Bapak san yang menafkahkan 4 perut di tiap harinya.. Ga kebayang betapa kerasnya perjuangan beliau.
san mohon maaf banget ya pak,(sungkem sanget) hingga detik ini san belum bisa membahagiakan bapak juga ibu. Tapi insha Allah san sampe kapan pun akan selalu berusaha melakukan n memberi yg terbaik jg menjaga nama baik kalian, dgn menjadi seseorang yg positif.

san Pasti bisa,,,siap GERAK..!!!
^_^

(nb:ga semua loh ya,back to individualnya masing2)

Ciri kedewasaan-Aa’gym

Posted: October 7, 2011 in religi_san

Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam
berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam
mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu
dikomentari.

Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari.,ketika dia
melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,ketika menonton televisi misalnya ;
komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang dewasa itu
senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang
bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh.

Ketika menyaksikan demonstrasi dia bertafakur.. \”beginilah kalau negara belum matang, setiap
waktu demo,kata-kata yang dikeluarkan jauh dari kearifan\”\”ternyata sangat mudah menghina,
mencaci, dan memaki itu\” Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat dari
komentar-komentarnya,makin terkendali Insya Allah akan semakin matang.

Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba
perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain
berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat
dan meraba perasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap
terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi
bukan berarti berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar overtime ? tetapi
pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan
semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan
semakin bijak. Percayalah tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya
sendiri.

Orang yang dewasa, cirinya hati-hati (Wara’),dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar
berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik,tiap tutur kata , dia tidak mau
jika harus menanggung karena salah dalam mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat
tidak hati-hati dalam bercakap dan mengambil keputusan.Orang yang bersikap atau memiliki
kepribadian dewasa (wara’) dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata, mengambil
keputusan,mengambil sikap, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.

Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil contoh ; didalam rumah
seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangis
sehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena ternyata ibunya
menangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang,
mantap dan stabil.

Sahabat-sahabat, seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki
kemampuan untuk bertanggung jawab.

Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab, sebagai
contoh ; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari nafkah
yang halal dan mendidik anak istrinya ? Bukan masalah kehidupan dunia ,yang menjadi masalah
mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti ? Ke surga atau
neraka? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan
anak-anaknya di dunia dan akherat.

Pernah ada seorang teman menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, ketika ditanya tentang
sholatnya ? ternyata tidak berjalan dengan baik karena orang-orangnya tidak ada yang sholat
sehingga melakukannya pun kadang-kadang, apalagi untuk shalat Jumat jarang dilaksanakan, dengan
alasan masjidnya jauh.

Lalu kenapa disekolahkan di Luar Negeri ? alasannya adalah sebentar lagi globalisasi., ketika
perdagangan bebas anak harus disiapkan. Tetapi bagaimana jika sebelum perdagangan bebas anaknya
meninggal dunia ? sudah disiapkan belum pulang ke akherat? orang yang dewasa akan berpikir keras
bagaimana anak-anaknya bisa selamat? Jangan sampai di dunia berprestasi tapi di akherat celaka.

Saudaraku tidak cukup merasa bangga dengan menjadi tua, mempunyai kedudukan,jabatan,karena
semua itu sebenarnya hanyalah topeng, bukan tanda prestasi. Prestasi itu adalah ketika kita
semakin matang, dan semakin dewasa .